Kelereng, Permainan Tradisional Anak yang Mulai Tergerus Zaman
- Jan 13, 2024
- SELAMET ANGGUNIAWAN
- Umum
MAKLE-PADEH-TAOH.KIM.ID, Sumur. Kemajuan teknologi khususnya gadget atau handphone (HP) membuat beberapa permainan tradisional anak menghilang.
Salah satunya adalah permainan kelereng yang saat ini sudah sangat jarang dimainkan oleh anak-anak.
Kelereng sendiri merupakan salah satu mainan anak-anak yang paling populer khususnya bagi anak laki-laki.
Mainan yang murah meriah ini menjadi daya tarik sendiri sehingga dapat dimainkan oleh berbagai kalangan.
Ada beberapa jenis permainan kelereng. Pada umumnya bermain kelereng hanya membutuhkan keterampilan membidik dan menembak kelereng tepat target.
Kelereng dapat dimainkan di dalam dan luar ruangan, serta membuat anak berkonsentrasi pada permainan.
Permainan ini memiliki beberapa variasi cara bermain. Salah satunya anda hanya perlu membuat gambar lingkaran kecil di tanah. Semua anak menaruh sebutir kelereng di dalam lingkaran lalu semua anak berdiri kira-kira dua atau satu meter dari lingkaran di belakang sebuah garis.
Walaupun permainan tradisional ini sudah hilang dibeberapa tempat. Namun, masih banyak anak-anak di Desa Sumberwringin yang tetap memainkan permainan tradisional ini.
Setiap sore, setelah belajar dari Madrasah Diniyah (Madin) dan sebelum berangkat mengaji ke Taman Pendidikan al-Qur'an (TPQ) setempat, mereka terlebih dahulu menyempatkan untuk memainkan kelereng bersama teman-teman seusianya.
Bermain kelereng bisa menjadi pilihan aktivitas saat berkumpul dengan teman-teman. Bukan hanya murah dan menyenangkan, tapi permainan ini mempunyai banyak manfaat.
Seperti yang terlihat, tampak anak-anak itu menikmati dalam bermain kelereng dan ada juga yang bermain sepeda.
Salah satu anak di Dusun Sumur RT 001 RW 003 Desa Sumberwringin Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang menjelaskan, bahwasanya setiap hari dirinya selalu bermain kelereng. Karena dalam permainan tersebut membuat pertemanan semakin akrab.
"Seru, kalau tembakannya meleset pasti ketawa bersama-sama," ungkapnya disela fokusnya pada permainan tradisional tersebut.
Bermain kelereng juga melatih kemampuan motorik. Sebab, permainan itu membuat setiap pemainnya menjadi fokus saat melempar atau mengarahkan kelereng agar mengenai sasaran.
"Jadi ada garis segitiga, terus kelereng yang ada di dalamnya kita bidik dan ditembak hingga keluar garis," jelasnya.
Serunya bermain kelereng bisa menambah teman. Karena, dalam permainan tersebut tidak saling kontak fisik dengan sesama. Sehingga, terhindar dari bentrokan antar anak. Malah sebaliknya, bermain kelereng bisa menambah teman.
"Kami bermain di sore hari, kemudian kalau sudah selesai kami pulang dan lanjut mengaji,” tutupnya sambil tersenyum bahagia disela-sela memainkan permainan tradisional itu.
Pewarta: Selamet Angguniawan